sarihunhasan


Bertengkar, Berdebat atau Membantah Ucapan Orang lain
31 Mei 2010, 19:42
Filed under: Agama | Tag:

Pertengkaran, perdebatan dan membantah ucapan orang lain itu dapat menyakitkan hati orang yang bersangkutan dan berarti memperbodoh orang yang bersangkutan dan mencelanya. Sekaligus memuji dirinya (yang membantah) dengan kelebihan yang dimilikinya berupa kecerdasan dan kepandaiannya. Sikap yang demikian ini akan mengacau kehidupan. Sebab perdebatanmu dengan orang yang bodoh itu hanya akan membuatnya menyakitimu. Sedangkan perdebatan dengan orang yang penyabar itu akan menjadikannya tidak menyukaimu bahkan menyebabkan dengki atau mendendam kepadamu. Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sedangkan dia di pihak yang salah, maka Allah akan membangunkan rumah di pinggir surga. Barang siapa yang meninggalkan perdebatan, padahal dia di pihak yang benar, maka Allah membangunkan rumah di surga yang paling tinggi”

Janganlah engkau tertipu oleh syetan yang selalu mendrongmu untuk berdebat dengan alasan menegakkan kebenaran, dengan senantiasa membisikkan kata-kata, tampakkanlah kebenaran, dan janganlah engkau bersikap lemah dalam menegakkan kebenaran. Tetapi sadarlah engkau, bahwa syetan selamanya berusaha menyeret orang-orang bodoh ke jurang kejahatan dengan kedok kebaikan. Itulah pedaya syetan. Maka janganlah engkau menjadi bahan tertawaan atau lelucon syetan, mereka akan mengolok-olokmu. Membela atau menampakkan kebenaran kepada orang-orang yang sekiranya mau menerimanya itu bagus, kalau memang hal itu dilakukan dengan nasehat dari hati ke hati, bukan dengan cara mendebat atau berbantah-bantahan. Nasehat itu sendiri mempunyai sifat dan cara tersendiri, dan menampakkan kebenaran dengan jalan nasehat juga memerlukan kelembutan. Jika tidak, maka nasehat itu justru menjadi pencemaran, bahkan kerusakannya lebih besar dari pada kebaikannya.

Barang siapa yang bergaul dengan ‘ulama’ sekarang, maka dia pasti akan suka berdebat dan sulit baginya untuk berdiam, karena ‘ulama’ zaman sekarang itu telah mengajarkan bahwa perdebatan merupakan hal yang baik dan kemampuan mengemukakan hujjah dalam berdebat adalah satu hal terpuji. Maka berusahalah engkau lari dari mereka ‘ulama’ yang suka berdebat, seperti engkau berusaha lari dari hewan buas. Dan ketahuilah, bahwa kesukaan berdebat itu menyebabkan turunnya kemurkaan Allah dan kemarahan manusia.


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Jazakallah khairan katsira,,

Komentar oleh otran

Alhamdulillah asalnya ga tau, sekarang jadi mengerti,,😀

Komentar oleh Wawan hermawan




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: