sarihunhasan


TAUBAT, CEMAS, PENGHARAPAN, SABAR SERTA SYUKUR
11 Mei 2010, 17:32
Filed under: Agama | Tag:

Wahai anakku, terpelihara dari dosa dan kekeliruan itu tak terjadi selain pada diri para Nabi. Bila kau ditakdirkan jatuh dalam suatu kesalahan, segeralah bertaubat kepada Allah, mintalah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

Wahai anakku, bertaubat dari dosa itu tidak sekedar berupa kalimat yang terucap di mulut. Namun hakekat taubat ialah pengakuanmu di hadapan Tuhan akan kekeliruan yang kau lakukan dan pengakuan bahwa kau telah berdosa dan layak untuk mendapat hukuman yang telah Allah tentukan untuk dosa itu, disertai perasaan sedih dan menyesal atas keteledoranmu dan berjanji kepada Allah untuk tidak mengulangi perbuatan serupa selamanya, kemudian berharap kepada Allah untuk berkenan mengampuni perbuatan yang telah terlanjur. Jika Allah berkehendak, tentu mengampunimu. Dan kalau berkehendak lain, Dia tentu menghukummu.

Wahai anakku, inilah hakekat taubat dan mohon ampun, tidak sekedar ucapan mulutmu : ” Saya Taubat” sementara kau masih selalu menyalahi Tuhanmu. Sesungguhnya taubat dengan mulut tanpa disertai penyesalan dan berhenti dari perbuatan dosa itu merupakan dosa tersendiri yang ada hukumannya sendiri.

Wahai anakku, ambillah pelajaran dari hubungan dirimu sendiri dengan ayah atau gurumu. Ketika beliau menyuruhmu untuk tekun belajar, dan kau mengabaikannya. Lalu beliau hendak menghukummu, dan kau berkata : “Saya Kapok” . Apakah taubatmu sudah cukup bila kau tetap saja melupakan pelajaran-pelajaranmu ? Bukankah taubat semacam itu merupakan omong kosong yang mesti ada hukumannya sendiri ?

Wahai anakku, rasa takut kepada Allah itu menjadi sekat antara seseorang dengan dosa. Barang siapa yang rasa takutnya kepada Allah itu tinggi, maka kecil sekali kemungkinannya akan melakukan suatu perbuatan dosa. Takutlah kepada Allah-wahai anakku-, dengan rasa takut yang dapat menjadi pemisah antara dirimu dengan perbuatan menyalahi perintah-Nya. Dan janganlah engkau berputus harapan terhadap rahmat Allah. Bila engkau terlanjur melakukan perbuatan dosa, maka mendekatlah kepada Allah, baik di kala sendiri maupun di depan orang lain, dan mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wahai anakku, apabila terjadi suatu musibah atas dirimu, hartamu atau sesuatu yang berharga bagimu, maka bersabarlah, dan mohonlah pahala di sisi Allah. Terimalah ketentuan Allah dengan rasa ridlo dan senang. Dan bersyukurlah kepada Allah atas kasih sayang dan kebaikan-Nya kepadamu lantaran Dia tidak melipatgandakan musibah yang menimpamu. Mohonlah ketentuan dan takdir yang baik.

Wahai anakku, andaikata kau mampu melihat sesuatu yang gaib, niscaya kau memilih apa yang telah menjadi ketentuan Allah untukmu. Karena tiada sesuatu hal yang menimpa, kecuali di sisi Allah masih ada yang lebih dahsyat dari itu. Karena itu, janganlah engkau menentang takdir dan jangan pula memprotes Tuhan, karena sesungguhnya Dia Maha Kuasa melakukan apa saja yang Dia kehendaki dan Dia Maha Bijak lagi Maha Penyayang.


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum, mohon maaf, saya baru bisa berkunjung sekarang, sedang ada kesibukan yang sangat padat, saya mohon maaf, sementara sekedar kunjungan balasan dulu, banyak sekali blog yang harus saya kunjungi (Dewi yana)

Komentar oleh jalandakwahbersama




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: