sarihunhasan


Kategori Kehidupan Seseorang
24 April 2010, 21:37
Filed under: Agama | Tag:

Wahai anakku :

Ada empat kategori yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk menilai kehidupan seseorang, apakah cenderung kepada dunia ataukah kepada akhirat.

1. Manusia hamba materi atau kebendaan, yaitu berarti hidupnya mulia ketika di dunia, tetapi hina di akhirat. Sungguh celaka orang yang termasuk ke dalam kategori ini. Memang mungkin ia dapat mencapai kemuliaan di dunia, tetapi di akhirat nanti ia akan mendapatkan kehinaan. Seseorang yang demikian ini selalu mencurahkan seluruh tenaga dan fikirannya untuk mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya, sehingga lupa kepada lewajiban-kewajibannya terhadap Tuhannya. Jiwa dan fikirannya tidak bisa beristirahat dengan tenang, karena selalu dipenuhi oleh khayalan-khayalan yang membumbung yang menuntut dirinya untuk segera mencapainya, selain itu juga diliputi kekhawatiran-kekhawatiran akan hilangnya benda-benda yang telah dikumpulkan dan yang begitu dicintainya. Perrasaan takut kehilangan ini menyebabkan ia menjadi kikir dan enggan mengulurkan tangannya untuk memberi bantuan kepada orang lain. Meraka beranggapan , bahwa di dunia inilah tempat kesenangan. Mata hatinya telah tertutup. Hanya mata lahirnya saja yang masih berbinar-binar menyaksikan keindahan dunia. Meraka sama sekali lupa, atau memang sengaja tidak mempedulikan lagi.

2. Manusia hamba kerohanian, yang berarti hidup hina di dunia tetapi mulai di akhirat. Yang dimaksud manusia diperhamba oleh ruhaninya adalah seseorang karena iman dan taqwanya yang membabi buta hingga seluruh hidupnya hanya diperuntukkan untuk ibadah dan mencari kepuasan batin atau ruhaninya semata. Waktu-waktunya dihabiskan di Masjid atau Musholla untuk mengerjakan sholat dan dzikir sebanyak-banyaknya atau untuk berdakwah dari satu tempat ke tempat lainnya. Akan tetapi untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidupnya sendiri atau untuk keluarganya ia menggantungkannya pada belas kasihan orang lain. Ia tidak mau berusaha sendiri mencarinya karena merasa khawatir akan terpengaruh oleh keduniaan. Orang-orang yang de4mikian ini pada hakekatnya tidak mau mengamalkan isi Al-Qur’an Surat Al-Jumu’ah ayat 10yang artinya (Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah sebanyak-banyaknyasupaya kamu beruntung)

3. Manusia Muslim Dua segi, yang berarti hidup mulia di dunia dan di akhirat,  Orang-orang kategori ini adalah orang yang mampu menyeimbangkan antara kehidupan dunianya dan akhiratnya, ia tetap bekerja mencari nafkah untuk kebutuhannya tanpa meninggalkan ketentuan agama mengenai cara mencari nafkah, dan beribadah untuk bekal akhirat dengan sungguh-sungguh sesuai dengan yang diperintahkan agama (tidak berlebih-lebihan).

4. Manusia Polos, inilah kategori yang sedapat mungkin dihindari, ia miskin di dunia dan miskin pula di akhirat. biasanya orang yang masuk kategori ini selalu memakai dalih kemiskinan untuk menutupi rasa malasnya beribadah.

Wahai anakku : marilah perikasa diri kita, termasuk kategori yang mana antara aku dan kamu wahai anakku.


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

saya sedang berusaha menambah keyakinan keimanan ..saat ini masih tipis sekali seperti kapas yg mudah diterbangkan, bahkan terkadnag hilang (doh)

Memang seharusnya kita harus begitu, selalu menjaga iman kita, karena iman bisa lepas tanpa kita sadari. Namun besar kecilnya keimanan bukan kita yang menilai, itu hak Allah.

Komentar oleh nurrahman




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: