sarihunhasan


Menggunjing, Mengadu Domba, Dengki, Sombong dan Lalai
15 April 2010, 21:51
Filed under: Agama | Tag:

Wahai anakku, di antara akhlak tak terpuji ialah ghibah (membicarakan teman /orang lain) tanpa sepengetahuannya, mengenai hal yang tidak disukainya bila mendengarkan dengan telinganya sendiri).

Wahai anakku : setiap orang pasti memiliki aib, dan engkau tentu tidak ingin aibmu terbuka saat kau tidak ada. oleh karena itu , engkau harus menjaga mulut terhadap aib-aib orang lain di saat mereka tidak ada. jauhilah perbuatan ghibah, juga perbuatan serupa itu, yaitu mengadu domba. janganlah engkau berbuat kerusakan di antara sesama. jangan berucap pada salah seorang temanmu bahwa si “A” itu berkata begini-begini tentang kamu, si “A” itu menuduhmu begini dan lain sebagainya.

Wahai anakku : Ghibah dan mengadu domba itu merupakan perilaku orang-orang hina dan rendah, bukan perilaku kaum santri. karena itu, janganlah kau kotori dirimu dengan perilaku-perilaku tercela seperti itu.

Wahai anakku : janganlah engkau mendengki orang lain  atas nikmat yang yang telah diberikan Allah kepadanya,bukan kepadamu. Sebab kalau Tuhanmu berkehendak, tentu Dia menganugerahkannya kepadamu seperti halnya Dia telah memberikannya kepadanya.

Wahai anakku : tidaklah seorang pendengki itu akan mendapatkan manfaat dari kedengkiannya selain permusuhan dan kebencian. Sesungguhnya apabila kamu mendengki temanmu, tentu ia akan membenci dan memusuhimu. Dan akan membencimu pula setiap orang yang mengenalmu akibat sikapmu itu. Karena itu, tinggalkan perbuatan dengki wahai anakku dan tinggalkan rasa dendam terhadap orang lain . Jangan menyimpan perasaan jelek terhadap seseorang. Apabila ada seseorang berbuat jelek kepadamu lalu ia meminya maaf , maka maafkanlah dengan ikhlas dan lenyapkan perasaan ingin balas dendam kepadanya.

Wahai anakku : jadilah engkau orang yang bersih hati dari keinginan untuk menyakiti, niscaya semua orang akan menyukai dan menyayangimu.

Wahai anakku : dendam dan dengki adalah dua perilaku jahat yang tak berakibat buruk kecuali terhadap diri pelakunya. Dengki itu sama sekali tidak akan akan dapat memindahkan nikamat orang yang kau dengki ke tanganmu. Dendam juga bakal membawa petaka terhadap orang yang kau dendami, kecuali bila Allah menghendaki. Akan tetapi bila engkau menjadi pendengki dan pendendam, maka justru hatimu panas terbakar oleh api kemarahan sepanjang siang dan malam.

Wahai anakku : bila Allah memberimu suatu kenikmatan, maka bersyukurlah, jangan sombong terhadap makhluk-Nya. sebab Allah Dzat yang memberi nikmay itu berkuasa untuk mencabutnya kembali darimu. Sesungguhnya Allah yang tidak memberi nikmat terhadap orang lain selain itu berkuasa untuk memberinya karunia dengan berlipat-lipat dari yang telah Dia berikan padamu. karena itu, janganlah engkau membuat Allah murka dengan sikap sombong terhadap makhluk-Nya. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

Wahai anakku : jangan sampai engkau terbuai oleh nikmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu, sehingga egkau lalai beribadah kepada-Nya. Sesungguhnya engkau adalah hanyalah seorang dari sekian banyak maklhuk-Nya. Tak ada nilai lebih bagimu atas yang lain menurut Allah selain taqwamu.


3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

s

ye

Komentar oleh faqih

Assalamu’alaikum, Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini! (sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya
Sesama muslim (HR. Muslim 2564)

Komentar oleh jalandakwahbersama

Benar juga Yaa !!

Komentar oleh Radha




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: