sarihunhasan


Nasehat Guru kepadaku
1 April 2010, 15:46
Filed under: Agama | Tag:

Wahai anakku :  Semoga Allah memberimu petunjuk pada amal kebajikan. Sesungguhnya engkau di sisiku bagaikan anak di sisi ayahnya. Aku akan bahagia jika melihatmu berbadan sehat, berpikiran tajam, berhati suci, berakhlak mulia, menjaga sopan santun, menjauhi perkataam kotor, ramah dalam bergaul, menyayangi sesama teman , suka membantu orang miskin, belas kasih terhadap orang-orang lemah, suka memaafkan kesalahan dan memaklumi kekeliruan orang lain, tidak meninggalkan sholat dan tidak teledor dalam menjalankan ibadah kepada Allah.

Wahai anakku : Apabila engkau mau menerima nasehat seseorang, maka akulah orang yang berhak engkau terima nasehatnya. Aku adalah gurumu, pengajarmu dan pendidik jiwamu. Engkau tidak akan menemukan seorang pun yang lebih mengharapkan kemanfaatan dan kebaikan dirimu kecuali aku.

Wahai anakku : Sesungguhnya aku adalah seorang penasehat yang patut engkau percaya. Karena itu, terimalah nasehat-nasehat yang akan kusampaikan kepadamu dan praktekkanlah , baik ketika dihadapanku, teman-temanmu atau sendirian.

Wahai anakku : Bila engkau tidak mempraktekkan nasehat-nasehatku ketika engkau sendirian, maka kecil kemungkinannya engkau dapat mempraktekkannya di kala engkau bersama teman-temanmu.

Wahai anakku : Bila engkau tidak mau menjadikan aku sebagai panutan, maka siapakah yang akan engkau ikuti ? dan untuk apa engkau memaksa dirimu duduk di hadapanku ?

Wahai anakku : Sesungguhnya seorang guru tidak menginginkan murid-muridnya, kecuali menjadi orang yang sholeh dan berbudi baik. Senangkah engkau bila gurumu dan pendidikmu tidak menyukaimu dan tidak mengharapkanmu menjadi baik ?

Wahai anakku : Sesungguhnya aku mengingnkanmu menjadi baik. Karena itu, bantulah aku meyampaikan kebaikan kepadamu dengan cara mentaati dan mengikuti nasehatku berupa pengamalan akhlak yang mulia.

Wahai anakku : Akhlak yang baik adalah hiasan bagi manusia, baik ketika sendirian, bersama teman-teman, keluarga atau sanak kerabatnya. Oleh karena itu, jadilah engkau seorang yang berbudi baik, tentu orang-orang akan menghormatimu dan mencintaimu.

Wahai anakku : Bila engkau tidak menghias ilmu dengan akhlak yang mulia, maka ilmumu (kepandaianmu) itu akan lebih membehayakanmu dari pada kebodohanmu. Sebab orang yang bodoh bisa dimaafkan karena kebodohannya, Tetapi bagi orang yang berilmu (pandai) tidak akan dimaafkan oleh orang banyak, jika tidak menghias diri dengan budi pekerti yang baik.

Wahai anakku : Janganlah engkau menggantungkan pada pengawasanku terhadapmu. Karena mawas diri itu lebih baik dan lebih bermanfaat bagimu daripada pengawasanku kepada dirimu.

Wahai anakku : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untuk diri-Nya dan tidak ada sesuatu yang membuat pantas agama ini, kecuali sikap murah hati dan budi pekerti baik. karena itu, hiasilah agama ini dengan sikap murah hati dan budi pekerti”.


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Assalammu’alaikum,,
sungguh petuah yg sangat bijak,
terimakasih banayak sunnguh sangat mengena,
jadi ingat dosa” yg lalu ;(

Komentar oleh Wawan hermawan




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: